APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN HYPERPARENTING & BAGAIMANA DAMPAKNYA PADA ANAK?

0
375

Apa kekhawatiran terbesar Moms pada si kecil? Sering khawatir pada masa depan anak? Seringkali kekhawatiran ini tanpa sadar akan diikuti dengan sikap membandingkan anak dengan orang lain.

Beberapa orang tua juga tidak jarang akan memasukan anaknya ke dalam berbagai kursus dan kegiatan edukatif lainnya dengan tujuan agar anak berprestasi sehingga mampu memupus kekhawatiran orang tua.

Namun, terkadang saat orang tua mendapati anak tidak berhasil mencapai target, anak akan dibebani dengan beragam kegiatan membebani yang ditujukan untuk meningkatkan prestasi anak. Cara seperti inilah yang dimaksud dengan pola pengasuhan hyper parenting atau pola asuh berlebihan. Pola asuh ini biasanya dimaksudkan dengan tujuan baik, namun tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anak. Apakah Moms secara tidak sadar menerapkan pola asuh ini? Berikut ciri-cirinya ya Moms.

  1. Penerapan disiplin yang terlalu ketat

Menerapkan disiplin yang terlalu ketat tanpa mempertimbangkan situasi yang sedang terjadi adalah salah satu ciri hyperparenting Moms.

  1. Terlalu fokus pada prestasi kognitif

Merasa cemas jika anak-anaknya tidak sepintar dengan anak-anak lain, sering membandingkan anak dengan teman-temannya.

  1. Selalu kurang puas dengan prestasi anak

Kurang puas sehingga memvorsir anak agar terus menerus belajar dapat membuat anak tertekan.

Bagaimana efek pola pengasuhan hyperparenting?

  1. Anak tidak mau mengikuti kegiatan sekolah bahkan menolak untuk mengikuti berbagai kursus yang sudah dijalaninya.
  2. Prestasi akademik anak bisa menurun, tidak mampu mengembangkan logika berpikir, tidak bisa mengekspresikan kehendak atau keinginan diri.

3. Anak akan terlihat kurang bahagia, murung, menyendiri di dalam kamar, menghindari relasi, atau bahkan membuat anak menjadi mudah marah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here