DEPRESI SETELAH MELAHIRKAN, APAKAH MOMS SALAH SATUNYA?

0
241

60-80% ibu yang baru melahirkan merasa galau ditengah-tengah kegembiraan paska melahirkan. Perasaan khawatir dan kegelisahan Moms tersebut dapat merubah suasana hati, hingga mengalami kesulitan tidur, kehilangan nafsu makan, emosi yang melunjak dan sensitif. Jika Moms merasakan hal ini, Moms bisa saja mengalami sindrom Baby Blues, yaitu istilah untuk perasaan membuat ibu merasa bingung dan khawatir paska melahirkan dan menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.

Baby blues sendiri dapat Moms rasakan dalam berbagai gejala, seperti:

  1. Timbul perasaan kecewa pada kelahiran atau pada diri sendiri,
  2. Merasakan kekecewaan yang berlebihan pada sang buah hati yang baru lahir,
  3. Adanya perasaan anti klimaks setelah melahirkan,
  4. Berubahnya prioritas dari keluarga dan banyak pihak terhadap Moms kepada sang buah hati,
  5. Kelelahan yang berlebihan,
  6. Merasa putus asa, sedih, dan tidak berharga,
  7. Berkurangnya kebahagiaan dan lebih menyalahkan sang buah hati, dan
  8. Sulitnya menyesuaikan hubungan dengan partner.

Moms perlu mengenali gejala-gejala tersebut dan menguranginya dengan berbagi pada orang terdekat mengenai gejala yang dirasakan. Beri waktu untuk diri sendiri dan perbanyak bonding dengan keluarga inti anda, seperti suami dan sang bayi. Meningkatnya ikatan Moms dan bayi akan memudahkan Moms untuk mengatasi baby blues ini.

Moms mungkin akan merasakannya dalam periode satu sampai dua minggu setelah melahirkan. Namun jika tidak kunjung membaik, Moms perlu waspada terhadap depresi paska melahirkan dan psikosis postpartum. Periksakan diri ke psikolog atau psikiater untuk penanganan serius. Hal ini dapat menjebak diri Moms dalam halusinasi dan delusi yang membahayakan Moms dan sang bayi. Ajak juga suami dan keluarga terdekat untuk memberi pertolongan dalam mengatasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here